Polres Dan Kodim Kendal Gelar Apel Bersama Sinergitas TNI POLRI
HALO KENDAL – Polres dan Kodim Kendal gelar apel sinergitas dalam rangka persiapan mendukung progran nasional dan menghadapi pemilu 2024.Apel yang di laksanakan di alun alun kota kendal tersebut di ikuti 800 personel gabungan dari polres Kendal, Kodim 0715/Kendal, dan Brimob, Selasa (07/03/23).
Menurut AKBP Jamal Alam H, kegiatan apel tersebut di laksanakan secara serentak di seluruh jajaran polda jateng dan kodam IV/Diponegoro dalam rangka menyamakan visi dan misi dalam rangka mendukung program nasional pemerintah dan pemiu 2024.
"Sinergitas TNI Polri betul-betul harus terimplementasi secara nyata sampai tingkat bawah. Baik Pangdam dengan Kapolda, Dandim dengan Kapolres, Danramil dengan Kapolsek, dan Babinsa dengan Bhabinkamtibmas. Semua harus saling bahu-membahu, mempererat kerjasama dalam rangka menciptakan kondisi kamtibmas,” ujarnya.
“Pelaksanaan pemilu sudah berjalan. Kami tegaskan, TNI dan Polri khususnya di Kabupaten Kendal siap melaksanakan pengamanan. Sehingga penyelenggaraan pemilu nanti berlangsung aman dan damai,” imbuh kapolres.
Sementara komandan kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Jenry Polii menegaskan, sinergitas TNI Polri harus terus dijaga dalam rangka mewujudkan Kamtibmas di wilayah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya wilayah Kabupaten Kendal.
Hal tersebut Dandim sampaikan, saat sambutan dalam acara Apel Bersama TNI-Polri, yang dihadiri 800 anggota Kodim maupun Polres Kendal dan juga Brimob, di Alun-Alun Kendal, Selasa (7/3/2023).
“Saya harapkan koordinasi yang baik di lapangan, jangan sampai ribut rebutan lahanlah itu bahasa kasarannya. Saya sampaikan apa adanya karena bagi saya, saya juga tidak suka seperti itu, jangan sampai kita diadu domba oleh pihak lain,” harapnya.
Sementara, Dandim mengungkapkan, akhir – akhir ini dirinya melihat banyak sekali bahwa antara aparat sendiri terjadi masalah. Menurutnya, masalah itu tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Namun, semua masalah dapat diselesaikan dengan baik.
“Kita sebagai aparat negara, kita sebagai anak negara, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Mau tidak mau kita menjadi teladan, makanya untuk masuk jadi tentara dan polisi itu seleksinya sangat susah dan sangat banyak. Ada seleksi mental, ideologi, tes kesehatan, kesehatan jiwa dan lain-lain,” jelasnya.
“Karena kita ini tugasnya sangat berat.
Kita diperlengkapi dengan senjata, kalau orang yang diberi senjata saja tidak waras bisa tembak orang sembarangan nanti dan memakan korban masyarakat walaupun kawan sendiri,” ungkap Dandim.



Komentar
Posting Komentar